Adaberitanet
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita


GEDOR Kota Palembang Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor PT. Gojek Indonesia

0 647

PALEMBANG - Massa dari Gerakan Driver Online (GEDOR) Kota Palembang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PT. Gojek Indonesia cabang Palembang. Aksi ini di gelar sebagai bentuk ketidak terimaan Driver kendaraan roda 4 mengenai penurunan skema insentif driver roda 4 dan pengembalian bonus 300K. Driver R - 4 menilai bahwa insentif yang mereka terima sudah kelewat batas dan tidak manusiawi karena nilai insentif sangat rendah dan banyak driver yang sudah maksimal mendapatkan pelanggan namun tidak mendapatkan bonus tersebut.

"Kami sebagai driver Gocar merasa dirugikan karena nilai insentif kami diturunkan hingga kelewat batas karena kami juga punya keluarga yang harus diberi nafkah, kalau orderan sepi bagaimana anak saya nantinya mas" , ujar Dedi Kurniawan selaku Kordinator Aksi, Selasa (8/10/2019).

Tidak hanya itu, para driver Gocar juga merasa dipermainkan oleh pihak PT. Gojek Indonesia karena tuntutan mereka harus disampaikan melalui aplikasi dan tidak pernah ditanggapi oleh perusahaan. "Kita kan punya tuntutan yang harus disampaikan ke perusahaan lha ini kok di suruh menyampaikan tuntutan di aplikasi, yo pasti tidak ditanggapi lah wong disuruh nyampaiken di aplikasi", imbuhnya.

Tuntutan driver Gocar tersebut semata - mata untuk kesejahteraan driver PT. Gojek Indonesia yang ada di Kota Palembang karena kelalaian perusahaan dalam membuat promosi dengan potongan hingga 50 persen kepada pelanggan tanpa memperhatikan nasib para driver.

PT. Gojek Indonesia cabang Palembang menjawab tuntutan bahwa kebijakan tersebut merupakan keputusan dari pusat dan dari pihaknya tidak bertanggung jawab atas kebijakan tersebut. "Kami dari pihak PT. Gojek Indonesia cabang Palembang tidak bertanggungjawab atas kebijakan yang dibuat oleh pusat, kami hanya dapat menyampaikan tuntutan rekan-rekan sekalian dan tidak dapat mengambil keputusan", ujar David selaku perwakilan PT. Gojek Indonesia cabang Palembang. (8/10/2019)

Karena jawaban yang diberikan tidak memuaskan para driver, sontak mereka menuntut pimpinan PT. Gojek Indonesia cabang Palembang untuk turun dan akan menyampaikan tuntutan mereka kepada pimpinan daerah apabila belum ada keputusan. "Karena belum mendapatkan kejelasan, kami akan menyampaikan tuntutan kami ke DPRD saja supaya tuntutan kami di dengar oleh PT. Gojek", ujar Hartanto Busro selaku kordinator lapangan.(8/10/2019)

Ketidakpuasan tersebut digambarkan dengan pelepasan kaos bertuliskan Gojek.

Sebelum istirahat sholat dan makan pihak GEDOR menambahkan bahwa pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak DPRD dan akan menyampaikan tuntutannya pada hari Kamis besok karena pimpinan sedang ada acara di luar kota.

"Karena tidak mendapat kejelasan dari perusahaan, kamis besok akan kami lanjutkan tuntutan kami ke DPRD supaya bisa menekan PT. Gojek untuk membatalkan keputusannya, dan apabila hari ini kami juga belum mendapat kejelasan maka akan kami segel kantor PT. Gojek Indonesia cabang Palembang ini", imbuh Dedi Kurniawan kepada Pers.(8/10/2019)

Setelah istirahat sholat dan makan,aksi dilanjutkan kembali dengan melakukan perundingan antara driver gojek dengan pihak PT. Gojek Indonesia cabang Palembang. Perundingan dilakukan dan dimediasi oleh Kapolresta Kota Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah dan berjalan hingga pukul 14.30 WIB. sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dengan pihak kepolisian karena memaksa masuk ke kantor karena perundingan yang tak kunjung selesai namun situasi dapat dikendalikan oleh aparat kepolisian dan situasi kembali kondusif. namun hasil dari perundingan tersebut tidak memuaskan pihak driver dan tetap akan dilakukannya aksi susulan pada hari Kamis besok bertempat di gedung DPRD Sumsel. "Karena dari PT. Gojek Indonesia tidak dapat membuat keputusan kami selaku driver Gojek akan melanjutkan aksi kami di gedung DPRD Sumsel dengan jumlah massa yang lebih banyak supaya bisa teratasi masalah ini dan apabila DPRD juga tidak dapat menyanggupi tuntutan kami maka akan kami naikan ke Bapak Gubernur Herman Deru supaya dapat terselesaikan". Ujar Dedi Kurniawan (8/10/2019).

Setelah closing statement dari Korak, aksi unjuk rasa pun selesai dengan tertib.

 

Redaksi Adaberitanet.com/Adm/Fer
.

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda Ya Saya Tau Nanti saja