Adaberitanet
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita


Kawanan Spesialis Bobol Rumah Kosong, Diringkus Reskrim Polsek Sukarami Palembang

0 1041

Palembang, (ABN) - Kawanan spesialis pembobol rumah kosong, empat dari tiga pelaku pembobolan rumah milik Sumarno (39), di Jalan Pesantren Komplek Griya Mataram Asri III, Blok AA3, RT 15, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami akhirnya diringkus Unit Reskrim Polsek Sukarami Palembang, Minggu (12/1/20).

Berdasarakan data yang didapat ketiganya yakni adalah, Fredi Antono (34), warga Talang Jambe, Evi (27), warga Jl Naskah II dan M Supriyono (28), warga Jl Sukakarya. Bahkan Fredi yang menjadi otak aksi bobol rumah ini diketahui tetangga korban. Selain ketiga pelaku polisi juga mengamankan Bambang Irawan (30) pelaku penadahan barang curian pelaku.

Menurut Kapolsek Sukarami Kompol Irwanto. Sik didampingi Kanit Reskrim Iptu Hermansyah SIp mengatakan ketiga pelaku ditangkap setelah anggota terlebih dahulu menangkap Bambang pelaku penadahan barang curian pelaku.

“ Yang menjadi otak pelaku bobol rumah Sumarno adalah pelaku Fredi yang tidak lain adalah tetangga korban. Modus pelaku membobol rumah korban terlebih dahulu mengintai rumah korban setelah dipastikan kosong para pelaku membobol rumah lalu menguras isi barang korban diantaranya TV LED, speaker aktif, amplifier dan lainnya,” ungkap Kompol Irwanto SIk didampingi Iptu Hermansyah SIp, saat rilis kepada awak media, Senin (13/1/20)

Kronologis Kejadiannya, Rabu (8/1/2020) sekitar pukul 23.00 WIB di rumah Sumarno (39), Jl Pesantren Komplek Griya Mataram Asri III, Blok AA3, RT 15, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami.

Lanjut masih kata Irwanto, jumlah pelaku bobol rumah kosong tersebut berjumlah empat orang tiga pelaku sudah ditangkap dan satu orang lagi masih DPO.

“ Untuk Pelaku Fredi yang merupakan otak pencurian ini langsung mengajak teman-temannya untuk masuk ke rumah korban dan langsung membawa barang-barang dengan sepeda motor milik pelaku,” Tambah Irwanto.

Dihadapan polisi, pelaku mengaku uang hasil jual seperangkat home theater tersebut bukan dibelike narkoba tetapi hanya untuk kebutuhan sehari-hari. “Kami bagi samo-samo dapat Rp200 ribu. Rumah itu kosong kami intai dulu kareno dio tetanggo dengan aku Pak,” aku tersangka Fredi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini.

Laporan : Abdussalam

Editor : Irawan

Redaksi Adaberitanet.com

.

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda Ya Saya Tau Nanti saja