Adaberitanet
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita


Sabu Jenis Baru dari Timur Tengah, Diamankan Direktorat Narkoba Polda Sumsel

0 1428

Palembang, (ABN) - Direktorat Narkoba Polda Sumsel berhasil mengamankan peredaran narkoba  jenis sabu yang diduga berasal dari Timur Tengah. 

Barang haram tersebut dibawa oleh tiga orang yakni  Alfian (33) ,Reza Fahlevi (32) dan Teuku Reza Johan Syah, ketiganya merupakan sindikat pengedar narkoba Asal Aceh , yang berhasil diringkus anggota unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Sumsel , di Jalan Radial tepatnya di depan Alfamart, Sabtu (8/2/2020). 

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, dari tangan ketiga tersangka didapati barang bukti berupa sabu jenis baru asal Timur Tengah seberat  1.090 gram 

"Jadi,  sabu ini dibungkus di dalam sebuah plastik yang gambar depan plastik tersebut seperti pohon kurma, dan diduga barang ini berasal dari Timur Tengah," katanya saat menggelar pres rilis di halaman Gesung Ditresnarkoba Polda Sumsel , Rabu (12/2/2020). 

Menurut Supriadi, narkoba yang berhasil diamankan tersebut mwruoakan narkotika jenis baru yang ditemukan dan beredar di Indonesia. 

"Kita juga belum tahu apa perbedaan sabu jenis ini dengan jenis lainnya. Untuk itu, barang bukti akan dibawa  ke BNN untuk diperiksa di labnya" ungkapnya. 

Masih dikatakan Supriadi , terkait temuan ini pihaknya juga akan mendalami bagaimana bisa sabu asal Timur Tengah itu bisa sampai ke Indonesia khususnya di Sumatera Selatan.

"Ini yang masih kita dalami, tapi karena ini barang impor maka setidaknya pasti melalui jalur udara atau laut. Hal ini juga yang akan kita dalami," ujarnya. 

Terpisah Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu mengatakan, ketiga pengedar sabu asal Aceh ini sebelum nya sudah berhasil mengedarkan sabu ke Jambi dan Lampung. 

" Nah rencananya akan kembali mengantarkan sabu itu ke Lampung , karena hilang kontak maka di arahkan ke Palembang lagi. Dan di Palembang ini kami gagalkan ," ujarnya.  

Mengenai modus ketiga tersangka ini sambung Heri, untuk mengantarkan sabu dari Aceh ke Palembang ketiga tersangka menyewa dua unit mobil dari Aceh. Dimana satu mobil mengawasi dan satu lagi bertugas membawa barang haram tersebut.

"Jadi dua mobil yang mereka gunakan, dijalankan secara beriringan. Dan barang tersebut  mereka simpan di dalam sebuah tas punggung yang disimpan di salah satu mobil," tambahnya. 

Lanjutnya, karena hal tersebut Polisi menyakini bahwa tersangka tidak hanya membawa seberat 1.090 gram sabu yang akan mereka edarkan.

"Untuk itu, kita akan terus dalami 
kasus ini bahkan sampai ke akar-akarnya," tegasnya. 

Sementara itu, tersangka Alfian alias Fian (33) warga KP Pamahan Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi Jawa Barat mengaku sudah dua kali membawa sabu dari Aceh. Pertama berhasil membawa sabu ke Jambi , yang kedua ke Lampung dan ketiga ini Palembang namun berhasil ditangkap. 

"Setiap kali mengantar aku dapat upah Rp 50 juta jika sabu yang aku bawa sampai tujuan. Dalam membawa sabu itu aku juga diberikan upah jalan sebesar Rp 20 juta," ungkapnya.

Masih dikatakanya, dirinya  tidak mengenal dengan pemilk sabu yang diantarkannya tersebut lantaran selama ini hanya berkomunikasi melalui HP.

"Seperti membawa paket sabu ke Palembang, aku tidak tahu mau diantar kemana. Sebab menunggu telpon dari pemilik barang, namun sebelum ditelpon kami  tertangkap polisi," tuturnya.

Sedangkan M Reza Fahlevi (32), warga Jatimker Bekasi Jawa Barat mengatakan, jika dirinya berperan menjadi pengemudi mobil yang digunakan untuk membawa Narkoba tersebut.

"Sudah dua kali aku melakukan itu (menjadi pengemudi mobil membawa narkoba), dan aku mendapat upah Rp 10 juta. Aku ikut dalam pengiriman Narkoba ini setelah diajak oleh Alfian ," ujarnya.

Sementara Teuku Reza Johan Syah (31) warga Jalan TGK Dirundeng mengatakan, dalam pengiriman Narkoba yang dibawa dari Aceh ke Palembang tersebut dirinya hanya menemani Alfian di dalam mobil.

"Aku diajak oleh Alfian membawa sabu itu, Aku mau karena diupah Rp 10 juta," ungkapnya. 

Laporan : Abdussalam

Editor : Irawan

Redaksi Adaberitanet.com

.

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda Ya Saya Tau Nanti saja