Adaberitanet
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita


Pembagian BLT Diduga Tidak Transparan, Ditanya Nama-nama Penerima Pemdes Bungkam

0 2200

AdaBerita I Muba - Desa Terusan Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, diduga tidak transparan juga tidak tepat sasaran dalam merealisasikan bantuan dampak covid-19.

 

Sesuai dengan Permendes no 6 tahun 2020 tentang bantuan  bagi masarakat yang terdampak covid-19.

 

Diduga Pemdes Terusan tidak mengindahkan intruksi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, di setiap Desa Harus mengumumkan penerima bantuan Covid-19. Pengumuman dilakukan  dengan menempelkan nama-nama penerima bantuan.

 

Dimana nama-nama bakal penerima BLT, Dana Desa, PKH, BNPT diumumkan atau dipajang di setiap Balai Desa. Arahan pak Bupati Dodi Reza Alex melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Muba, H Apriyadi, Kamis (7/5/2020).yang lalu.

Selain bentuk transparasi dan keakuratan data, pengumuman penerima juga untuk menghindari terjadinya double bantuan serta guna mengetahui masyarakat yang benar-bener menerima bantuan.

 

"Ya, ini salah satu cara menjalankan anggaran yang transparan, dan sudah sepantasnya dilakukan agar publik bisa tahu," kata Sekda

 

Akan tetapi di Desa Terusan saat di jambangi awak media 28-05-2020 yang lalu.beberapa sumber di dapati dari masyarakat bahwa di desa Terusan  penerima bantuan baik BLT,PKH,BST dan bantuan lain nya Pemdesnya diduga tidak transparan dengan masyarakat nya. 

 

Pantauan awak Media memang tidak ada nama - nama penerima dan jumlah yang mendapatkan bantuan pemerintah pusat dan Pemdes yang terpajang di balai atau di kantor desa. juga tidak ada pos covid dikantor desa sebagai bentuk upaya Pemdes untuk pencegahan penularan covid-19 bagi warganya.

Menurut AR nama minta di inisialkan mengatakan, penerima banyaknya dari keluarga pihak keluarga pemdes yang mendapatkan bantuan

 

"Masyarakat yang mampu dapat bantuan karena dekat dan ada hubungan keluarga dengan Kades padahal masih banyak warga yang lain yang layak,"jelas nya.

 

Selain itu ada warga yang mampu mempunyai mobil rumah bagus mendapatkan program PKH dan dapat bantuan lain nya, Padahal pemerintah jelas - jelas itu melanggar dengan ketentuan, timpalnya pula.

 

Dari pantauan awak Media bersama Masyarakat banyak nya warga yang terdampak dari pandemi virus corana ini yang layak dapat bantuan akan tetapi tidak mendapatkan bantuan.

 

dan banyak pengusaha jasa yang menutup usahanya karena tidak ada masyarakat yang pesta seperti  rias pengantin,penjahit,pelaminan, jasa OT dan usaha lainnya.akibat dampak dari atauran pemerintah karenah covid-19.

 

"saya kira ini layak kasih bantuan dari pada nama - nama itu," ujar salah satu warga yang tidak mau di sebut namanya.

 

Dan lain pula dengan FK 

dirinya mendapatkan BLT gelombang pertama dan selanjutnya saya tidak lagi, karena ada anjuran Kades untuk bergilir tapi saya tanda tangan tiga kali ujarnya.

Menindaklanjuti keterangn beberapa sumber memang benar di kantor  kepala desa tidak ada pos covid-19. sebagai upaya pencegahan pemdes untuk memutuskan mata rantai dari penularan Virus terhadap masyarakat.

 

Dan juga Tahab kedua   penyaluran bantuan secara bergilir ini  tidak ada data nama - nama masyarakat yang menerima bantuan yang di tempel atau di pajang di kantor Desa.

 

Kepala Desa Terusan terkesan menghindar dari  awak media sehingga tidak dapat di konfirmasi,Melalui Sekdesnya EVA Menjelskan "jumlah penerimah Bantuan Langsung Tunai(BLT) adalah 188 KK,penerimah PKH :107 KK, BPNT:101 KK, Dan bantuan BST :30 KK."kata Eva". 

Saat di tanya data nama - nama penerima bantuan sekdes tidak bisa menjelaskannya.

 

Terpisah karena adanya pertanyaan dari masyarakat dan awak media sebagai kontrol sosial bagi pemerintah untuk masyarakat, AS Kepala Desa Terusan merasa tak senang dan terusik  mendatangi rumah salah seorang wartawan Media Online dan mengancam sambil berkata kasar, pada hari kamis 04-06-2020.sekitar pukul 17 :15 sore 

"Awas kau kagek ado yang nyari kau dan dio ngancam kau, tunggulah"gek kau terancam "

sambil bentak - bentak 

Ucap  " As "kepala desa Terusan kepada salah seorang wartawan.

  

Sampai berita ini di terbitkan belum ada pihak pihak terkait di konfirmasikan.

Sesuai dengan pidato Presiden RI Joko Widodo yang menyalahi pengunaan Dana Desa untuk bantuan covid-19 atau bantuan pemerintah untuk bencana akan di penjara. (team).

adaberitanet.com

.

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda Ya Saya Tau Nanti saja