Adaberitanet
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita


Kemenaker Berikan Bantuan Padat Karya Produktif, Inkubasi Bisnis dan TKM ke Pesantren

0 610

AdaBerita I Mojokerto - Upaya pemulihan kesehatan masyarakat, recovery ekonomi hingga bantuan pemulihan sosial masyarakat yang terdampak Covid 19 terus dilakukan oleh pemerintah, tak terkecuali Kementerian Tenaga Kerja RI, dimana secara paralel terus melakukannya seperti diantaranya melaksanakan Bantuan Program Pemerintah BLK Komunitas kepada PCNU Kab. Mojokerto; Bantuan Program Pemerintah, Bantuan COVlD-19 untuk 26 Pesantren; Bantuan Program Pemerintah Paket Kegiatan Padat Karya; Bantuan Program Pemerintah Paket Tugas Pembantuan kepada Dinas Tenaga Kerja, bantuan Program Pemerintah Paket Kegiatan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) serta Bantuan Program Pemerintah lnkubasi Bisnis kepada 250 Wirausahawan.


Demikian dijelaskan Menteri Ketenagakerjaan RI, Dra HJ Ida Fauziah MSi saat kunjungan ke Mojokerto, didampingi Bupati Mojokerto Jawa Timur, H Pungkasiadi SH, Ketua PBNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Ketua PCNJ Mojokerto KH Abdul Adhim Alwy. Dimana hal tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengerahkan seluruh Kementerian dan Lembaga melakukan refocusing anggarannya bagi pencegahan serta pemulihan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid 19 ini. 


Dan pesantren adalah lembaga pendidikan dengan sarana terbatas dengan kapasitas kecil tapi dimaksimalkan oleh pesantren. Kalau pesantren harus melakukan protokol kesehatan maka negara harus hadir bagaimana pesantren tetap produktif mengajarkan ilmu-ilmu agama tapi tetap juga menjaga kesehatannya, papar Menteri Ida Fauziah.


Salah satu upaya Kementerian Ketenagakerjaan mewujudkan hal tersebut yakni dengan membentuk Program Sanitasi Lingkungan yang bersih di pesantren, membangun jamban-jamban, membangun westafel untuk cuci tangan yang diberikan kepada pondok pesantren dengan mempekerjakan mereka yang menjadi korban PHK untuk membangun sarana-sarana tersebut. Ini salah satu cara kita melakukan refocusing anggaran-anggaran kita. 


"Saya kira tugas seluruh pembantu Presiden sekarang, semuanya harus mikiri gimana caranya bisa mengatasi Covid 19 dengan seluruh resources yang dimilliki oleh Kementerian dan Lembaga," jelasnya lagi.


Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat ada kurang lebih 3 juta pekerja atau buruh yang mengalami PHK atau dirumahkan dengan tidak dibayar atau dibayar separo. Pemerintah pun bersungguh sungguh melakukan penangganan terhadap Covid ini. Penanganan yang dilakukan pemerintah adalah penanganan pada Aspek Kesehatannya, kemudian pemerintah menangani dampaknya dengan cara memberikan Social Safety Net, memberikan bantuan sosial. Disamping memberikan stimulus ekonomi untuk membangunkan dan membangkitkan kembali ekonomi masyarakat kita. 


Menaker Hj.Dra.Ida Fauziah MSi menambahkan bahwa salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Ketenagakerjan adalah (karena pengangguran naik, karena yang dirumahkan juga naik, red) yakni memberikan berbagai kegiatan yang sifatnya Social Safety Net, atau bentuk lain dari Social Safety Net.


Seperti melakukan Padat Karya Produktif dan Padat Karya Infrastruktur yang dilakukan di daerah terpadat dari yang padat di Kecamatan Tambora, Jembatan Besi, Jakarta Barat dengan upaya penyemprotan disinfektan lingkungan. Padat Karya Produktif serta Padat Karya Infrastruktur ini melibatkan teman teman yang terPHK, temen temen yang dirumahkan.


Jadi teman teman yang terPHK ini difasilitasi untuk membantu seperti penyemprotan di daerah daerah yang membutuhkan dan teman teman yang kehilangan pendapatan ini ada insentifnya. Jadi itulah yang bisa kita lakukan, dijelaskan Menteri Tenaga Kerja RI, Hj.Dra.Ida Fauziah MSi, dalam sebuah kesempatan. 


Program program yang lain Kemenaker yaitu melakukan donasi,  menghimpun donasi dari teman teman diaspora di seluruh dunia. Kementerian Ketenagakerjaan hanya menjadi fasilitator, menyambungkan rejekinya teman teman yang di PHK ini dari temen temen diaspora dari seluruh dunia. Dan banyak upaya yang Kemenaker lakukan, karena keinginan kita untuk ikut meringankan temen temen, saudara saudara kita yang terPHK, ujar Ida Fauziah, yang juga Pengurus Pusat Fatayat NU seluruh Indonesia.


Lebih jauh, Menteri Ketenagakerjaan RI, Dra, Hj, Ida Fauziyah MSi  pun memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya sudah bagus dibandingkan negara-negara lain pada kwartal pertama, dimana negara-negara lain sudah minus. 


"Alhamdulilah kita 2.9 persen pertumbuhannya, tetapi  kemungkinan akan minus sampai 3 persen. Jika minus berarti akan berdampak pada jumlah pengangguran kita yang akan meningkat, banyak yang di PHK, banyak yang di rumahkan. Kita masih bersyukur minusnya di angka 3 persen saja karena banyak negara-negara maju pun seperti Amerika minusnya di angka 8 persen. Bahkan negara Cina, juga mengalami hal yang sama. Maka itu, pihaknya sangat optimis, seperti World Bank, IMF memprediksi negara kita akan cepat pulih dari keadaan ini, sampai banyak yang memprediksi pertumbuhan ekonomi negara kita akan tumbuh di angka 8 persen," paparnya di tengah kunjungan ke warga Mojokerto, Jawa Timur tersebut. 


Ini suatu  prediksi yang sangat optimistik, maka dirinya berharap disaat kita mengalami kondisi yang seperti sekarang ini yang tidak boleh hilang adalah dengan tidak menyalahkan satu sama lainnya. Banyak negara mengatakan Indonesia bisa survive dari kondisi krisis sekarang ini adalah karena Indonesia memiliki kelebihan gotong royong dan semangat keguyuban masyarakatnya, ujarnya bangga. 


Jadi jika dilihat sebenarnya perbandingan pertumbuhan ekonomi di desa dan di kota,  lebih tinggi adalah di kota. Tapi kenapa masyarakat di desa bisa survive? Karena adanya kegotongroyongan. Sehingga kelebihan inilah yang negara-negara lain menganggap bahwa Indonesia akan bisa survive menghadapi krisis seperti sekarang ini karena kemampuan kita menjaga antar sesama.


Sementara itu, Ketua PCNU Mojokerto KH Abdul Adhim Alwy mengungkapkan rasa syukur ahlan wasahlan kepada Menteri Ketenagakerjaan, bahwa menurutnya, kekuatan organisasi itu sedikitnya harus di topang oleh tiga kekuatan. 


Satu adalah kekuatan ideologi, ideologi harus kita tanamkan direlung hati kita masing-masing sehingga jangan goyah dengan adanya financial ataupun jangan goyah dengan gemerlapnya dunia sehingga lepas ideologi kita, tetap NU ahlussunah wal jamaah harus bawa sampai mati, jangan ditukar apapun, ideologi harus kuat.


Kedua ekonomi. Ekonomi pun harus kuat, organisasi yang lemah ekonominya tentu akan goyah, makanya pujangga arab pun mengatakan man laysal fulus wa huwal manfus, “barang siapa gak punya fulus mampus”  organisasi harus di topang oleh ekonomi yang kuat. "Alhamdulillah kita baru saja meresmikan BMT mojopahit yang juga telah di resmikan oleh ketua PBNU, kemudian RPJNU mart, kemudian insyaAllah bulan Juli ini kita akan meresmikan faskes faskes di setiap RPJ. 


Sedangkan pilar yang Ketiga adalah budaya, budaya nahdlatul ulama luar biasa, insyaAllah kalau ketiga pilar ini kita miliki. Insya Allah NU di Mojokerto akan maju dan bermartabat, tutup Abdul Adhim. (Kelana Peterson)

adaberitanet.com

.

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda Ya Saya Tau Nanti saja