Disinyalir Lakukan Pelanggaran pemilu, BPD Desa Wira Bangun di Panggil Bawaslu

img

Disinyalir Lakukan Pelanggaran pemilu, BPD Desa Wira Bangun di Panggil Bawaslu

Mesuji/Lampung, ABN - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kabupaten Mesuji memanggil dua anggota Badan Permusawaratan Desa (BPD) Wira Bangun kecamatan Simpang pematang, Mesuji.

Pemanggilan BPD tersebut guna di mintai keterangan terkait dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan anggota BPD Wira Bangun yang ikut menjadi peserta dalam kampanye dan foto bersama calon DPRD provinsi Lampung dengan menunjukkan simbol jari nomor urut salah satu partai politik

Komisioner Bawaslu kabupaten Mesuji Bambang Wahyudi SPdi membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan kepada dua orang anggota BPD wirabangun untuk klarifikasi dugaan pelanggaran pemilu.
" Ya benar kami tadi melakukan klarifikasi kepada dua anggota BPD di sekretariat Bawaslu Mesuji, pemanggilan terkait dugaan pidana pelanggaran pemilu yang dilakukan nya" kata Bambang selaku kordiv hukum dan penindakan Bawaslu Mesuji saat dihubungi melalui telepon Senin (28/1/2019)
Dikatakan Bambang bahwa pihaknya hanya meneruskan laporan dari panwascam Simpang pematang atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota BPD wirabangun karena untuk dugaan pelanggaran pemilu yang ranahnya pelanggaran pidana yang menangani adalah Bawaslu
" Untuk yang ranahnya dugaan pelanggaran pidana itu Bawaslu yang menangani karena di Bawaslu ada GAKUMDU yaitu gabungan dari Bawaslu, kepolisian dan kejaksaan" kata Bambang
Di tambahkan Bambang, bahwa setelah pemanggilan BPD ini Bawaslu punya waktu maksimal 14 hari untuk mengkaji memenuhi unsur apa tidaknya dugaan pelanggaran pidana tersebut .
"Selain BPD sebagai terlapor kami juga dalam waktu dekat akan memanggil beberapa saksi, termasuk calon anggota DPRD provinsi tersebut dan kalo memang memenuhi unsur, segera akan kami limpahkan ke kepolisian dan kejaksaa"pungkasnya

Diketahui sebelumnya bahwa
Berdasarkan hasil pengawasan oleh panitia pengawas kecamatan(Panwascam) simpang pematang dan pengawas desa wira bangun dalam kampanye partai nasdem di desa wira bangun kecamatan simpang pematang kabupaten Mesuji terdapat temuan dugaan pelanggaran oleh dua orang Anggota Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ), dua orang anggota BPD itu terlibat langsung dalam Kampanye partai Nasdem di desa tersebut pada hari selasa pada tanggal 15 januari 2019 kemaren.

Dalam kampanye tersebut kedua anggota BPD desa wira bangun menjadi penerima tamu dan foto besama dengan salah satu caleg DPRD provinsi lampung dari partai nasdem dengan mengacungkan 5 jari nomer urut partai.
Berdasarkan keterangan dari ketua Panwaslu kecamatan simpang pematang Firdaus Juliantara mengatakan pihaknya sudah memanggil dan mengklarifikasi ke dua anggota BPD tersebut untuk meminta keterangan terkait dugaan pelanggaran pemilu tersebut.
"Kami telah memanggil dua anggota BPD wirabangun untuk klarifikasi di kantor Panwascam simpang pematang, pemanggilan terkait dugaan pelanggaran pemilu dengan bukti bukti seperti foto, dan rekaman video " kata edo

Dari hasil kajian  klarifikasi tersebut dalam kajian pleno panwaslu kecamatan simpang pematang bahwa kedua anggota BPD tersebut diduga kuat melanggar undang undang pemilu nomor 7 tahun 2017 dengan ketentuan hukum pidana
"Dalam kajian Panwascam bahwa anggota BPD tersebut melanggar pasal 494 dan  pasal 280 ayat 2 undang undang nomor 7 tahun 2017 dengan ancaman pidana satu tahun penjara dan denda 12 juta rupiah"Pungkasnya

sesuai dengan perbawaslu 7 tahun 2018 tentang penanganan temuan pelanggaran pemilu maka panwaslu kecamatan simpang pematang meneruskan temuan pelanggara tersebut ke bawaslu kabupaten Mesuji. (Surya)

leave a comment