Harlah NU ke - 93, 48 Anak di Khitan

img

Harlah NU ke - 93, 48 Anak di Khitan

BANYUSIN, ABN - Nahdlatul Ulama (NU) merayakan hari lahirnya (Harlah) ke-93, yang dimulai sejak hari kamis (30/01) di Kecamatan Air Salek Kabupaten Banyuasin dengan penceramah KH. Ahmad Muhayat dari Lampung dengan

jumlah jama’ah kurang lebih 2000 orang.

Peringatan hari lahirnya ke 93 tersebut diawali dengan menggelar bhakti sosial dengan melakukan khitanan massal dan ada 48 anak yang di khitan. Acara ini dengan mengusung tema “Menuju Banyuasin Bangkit bersama NU. NKRI selalu dihati”

Ketua Panitia Harlah, NU Al Fatah menyebut, ribuan orang memadati lokasi acara yang digelar di Kecamatan Air Salek Kabupaten Banyuasin. Saat ini kurang lebih 2000 orang yang mendaftar hadir, bayangkan Itu yang mendaftar. Yang tidak mendaftar tidak tahu saya sudah berapa banyaknya,” kata Ketua Panitia Harlah NU ke 93, Al Fatah saat di bincangi media ini. Minggu (03/02).

Selain itu, kata dia, panitia juga telah bekerja sama dengan kepolisian untuk pengamanan. Panitia juga sudah menyiapkan rumah sakit rujukan untuk mengatisipasi bila ada peserta yang sakit. “Dari pihak kepolisian sudah siap siaga yang akan membantu pengamanan acara tersebut,” ujar dia.

Sementara itu Emi Sumitra, M.Si Ketua Pagar Nusa Provinsi Sumatera Selatan selaku penanggung jawab acara mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang telah membantu terselenggara nya kegiatan ini terutama melalui Dinas Kesehatan yang telah mengkhitan sebanyak 48 anak dan bantuan – bantuan lainnya.

“Kepada Kapolres dan Dandim Banyuasin yang ikut hadir dalam acara puncak peringatan Harla NU 93 juga saya ucapkan ribuan terima kasih,” kata Emi Sumitra saat dibincangi Media ini disela – sela kegiatan tersebut.

Saya bangga ujar Emi, dengan nahdiyin dan dengan segala bantuan atas kerja sama melalui Pemerintah desa se Kecamatan Air Salek yang telah bergotong royong dan ikut menyumbang secara sukarela sehingga kegiatan ini terlaksana secara mandiri dan biaya sendiri dari seluruh nahdiyin yang ada.

“Insya allah kedepan kegiatan seperti ini akan kami tingkatkan lagi dan lebih baik lagi. Sebagai ajang silaturahmi dan tolabul ilmi antara ulama dan umara antara jamaah dan kiyai tentunya antara rakyat dan pemimpinya. Sehingga perstuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara tetap terjaga dengan baik dan damai,” tutur Emi.

Emi juga menuturkan, merasa banyak ideologi-idelogi yang sebetulnya tidak terlalu relevan dengan ideologi yang banyak dianut masyarakat mayoritas muslim di Indonesia.”Ketika kita sama-sama menguatkan aswaja, meneguhkan aswaja, maka itu diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi mendinginkan suasana tahun politik kembali menjadi sejuk,” ujar Emi Sumitra yang juga saat ini selaku anggota DPRD Banyuasin.

Menurut Emi, pilihan politik tak boleh membuat renggang tali persaudaraan. “Kita adalah saudara, jadi salah satu tujuan dari acara ini adalah bermunajat kepada Allah agar bangsa kita selalu diberikan keselamatan agar diberikan keberkahan diberikan kesejahteraan dan kebaikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama Provinsi Sumatera Selatan
mengatakan, kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi bagian dari upaya membangun kesalehan sosial.”Kesalehan sosial ini harus beriring dengan kesalehan kesalehan keagamaan, yang lain tidak cukup sholatnya baik ngajinya baik tapi hablum minannasnya juga harus baik,” kata dia.

Hadir pada acara tersebut, PW. Nu Sumsel. PW. Pagar Nusa Sumsel. PC. Nu Banyuasin. Bupati Banyuasin H. Askolani, SH., MH, Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, S.IK. Dandim 0430 Banyuasin. Baz Banyuasin dan sejumlah Kepala dinas serta Asisten. (red)

leave a comment