PRD MENOLAK INTERVENSI IMPERIALIS AMERIKA SERIKAT DAN KANADA ATAS URUSAN DALAM NEGERI VENEZUELA

img

PRD MENOLAK INTERVENSI IMPERIALIS AMERIKA SERIKAT DAN KANADA ATAS URUSAN DALAM NEGERI VENEZUELA

Jakarta, ABN - Pada hari senin kemarin tanggal 4 Febuari 2019 Partai Rakyat Demokratik (PRD)  menggelar Aksi solidaritas didepan Kedutaan Besar Amerika Serikat sebagai pernyataan sikap memberikan  dukungan penuh terhadap Pemerintah Republik Bolivarian Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro Moros dan mengutuk Intervensi Pemerintah Amerika Serikat dan Kanada atas urusan dalam negeri Venezuela.

Aksi Solidaritas ini dipimpin langsung Ketua Umum KPP – PRD Agus Jabo Prioyono dengan tegas menyatakan mengutuk keras Donald Trump yang mendukung upaya kudeta opisisi di bawah pimpinan Juan Guaido yang mengangkat dirinya sebagai Presiden sementara Venezuela.
 Pemerintah Amerika Serikat mendukung gerakan kudeta oposisi Juan   Guaido menolak kepemimpinan nasional Venezuela dengan alasan Diktator dan otoriter merupakan tipu muslihat belaka.Kudeta terhadap Hugo Chavez pada tahun 2002 tidak lepas dari peran Amerika dan sekutunya, karena Hugo Chavez ingin menghidupkan kembali mimpi Simon Bolivar menyatukan Benua Amerika Latin.  

Alasan sesungguhnya adalah karena minyak bumi yang dimiliki oleh Venzuela sebagai cadangan terbesar. Semenjak awal terjadinya Revolusi Bolivarian hampir dua dekade lalu, Amerika Serikat dan sekutunya tidak menghendakin berdirinya Pemerintahan Revolusioner Bolivarian di Venezuela sebagaimana dinyatakan Parlemen Uni Eropa mengakui Juan Guaido sebagai Presiden sementara Venezuela.  
  
Peristiwa yang terjadi di Venezuela mengingatkan kembali kita Bangsa Indonesia pada masa Pemerintahan Bung Karno yang menentang Intervensi Amerika Serikat terhadap urusan dalam Negeri Republik Indonesia pada tahun 1960an, Indonesia yang baru berumur sudah harus mengalami pahit getirnya menjadi bangsa merdeka, butuh uang untuk membiayai pembangunan, Bung Karno tidak mau menerima bantuan – bantuan Amerika jika dikaitkan dengan sikap politik Berdikarinya dibidang ekonomi.

Dalam kaitan kerjasama ekonomi  dengan Amerika Serikat dan sekutu – sekutunya Ungkapan Go To Hell With Your Aid! Merupakan kata – kata Bung Karnoyang menunjukkan ketegasan sikap  penolakan  bantuan – bantuan yang akan diberikan Amerika Serikat dengan mengharuskan  kebijakan politik bangsa Indonesia mengikuti kebijakan politik mereka. 
Bung Karno lebih mementingkan harga dan jatidiri bangsa ini, berbeda dengan Presiden – Presiden Indonesia setelahnya, tipikal Bung Karno sangat lugas dan tegas dalam mengambil sikap, pada Forum Internasional sekelas Sidang Umum Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) yang dihadiri oleh lebih dari 100 orang kepala negara dari seluruh dunia berpidato lantang bagai gelegar halilintar mengecam negara – negara Barat yang dianggapnya tidak adil terhadap negara – negara berkembang di Asia,Afrika dan Amerika Latin. 

Pada tanggal 1 Januari 1965 Bung Karno menyatakan Indonesia dari PBB,karena PBB dianggap hanya menjadi alat Imperialis Amerika dan sekutu – sekutunya ,tidak hanya keluar dari PBB, Bung Karno juga berencana mengadakan  Conefo (Conference of the New Emerging Forces) sebagai tandingan PBB. Untuk itu, ia sudah menyiapkan gedungnya, yang sekarang ini menjadi gedung MPR/DPR. 

Namun, tekadnya tersebut tidak berhasil karena Bung Karno keburu  dijatuhkan oleh aksi kudeta  yang digencarkan Jenderal Suharto  melalui  peristiwa berdarah  1965 lebih dikenal dengan Gerakan 30 september 1965  yang tidak lain dan tidak  bukan  CIA adalah dalang dari kejadian tersebut untuk menjatuhkan Bung Karno dari kursi kepresidenan Republik Indonesia untuk melancarkan kepentingan  Amerika Serikat  menguasai kekayaan sumber daya alam Indonesia.    

Iwan Chandra
Ketua KPW – PRD Jawa Barat (ril)

leave a comment