Bandar Besar Narkoba Asal Surabaya Jawa Timur, Letto CS Divonis Hukuman Mati

img

Bandar Besar Narkoba Asal Surabaya Jawa Timur, Letto CS Divonis Hukuman Mati

Palembang, ADABERITANET.COM -
Vonis hukuman mati yang dijatuhkan oleh majelis hakim terhadap bandar besar narkoba asal Jawa Timur Letto CS, yang berjumlah 9 orang, hari Kamis (7/2/2019), diapresiasi oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman.

“ Puji syukur apa yang kami harapkan agar Letto CS dijatuhi hukuman mati benar – benar terwujud, saya secara pribadi dan institusi sangat lega dan puas dengan hasil sidang tadi,” tutur Farman.

Berdasarkan pantauan saat persidangan berlangsung, bahwa kerja keras yang dilakukan tim Jaksa yang menuntut Letto dengan hukuman mati serta putusan majelis hakim yang dijatuhkan sudah sangat tepat.

“ Vonis hukuman mati yang dijatuhkan oleh majelis hakim merupakan warning bagi seluruh bandar narkoba yang ada di wilayah Sumsel atau di seluruh negara Republik Indonesia,” himbuhnya.

Selanjutnya Farman Menegaskan, bahwa Dirinya dengan tegas mengatakan Ditresnarkoba Polda Sumsel, tidak main-main dalam menindak bandar narkoba.

“ Untuk itu, bahwa ini juga bentuk keseriusan kami untuk memberantas peredaran narkoba diwilayah Sumsel,” tegas Farman.

Selain itu, Diketahui Letto merupakan bandar narkoba asal Surabaya Jawa Timur, ia mengambil barang dari Palembang, sebagian barang haram berupa sabu-sabu dan ekstasi disebarkan di Palembang dan Surabaya.

Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menangkap nya setelah, dilakukan penyelidikan cukup lama. Selain Letto polisi juga menangkap lima orang lainnya yang merupakan kaki tangannya.

Selain narkoba sabu sabu dan ekstasi polisi juga membekukan sejumlah rekening tabungan milik Letto yang digunakan untuk menampung uang hasil transaksi narkoba.

Letto saat berada disel tahanan Polda Sumsel ia sempat melakukan upaya melarikan diri dari penjara dengan menjebol dinding sel, namun diketahui anggota yang berjaga sehingga ia berhasil diamankan.

" Jadi untuk Letto juga kita kenakan TPPU karena harus dimiskinkan. Tinggal menunggu sidang TPPU nya,” jelasnya.(@bdus-7).

leave a comment