Warga Yordania Kagum Mendengar Program Banyuasin Religius

img

Warga Yordania Kagum Mendengar Program Banyuasin Religius

BANYUASIN, ABN - DR Khalid Akhmad Bani Umar asal Yordania Direktur Ewan Institute, mengaku kagum mendengar program Banyuasin Religius.

Hal tersebut dilontar ketika Bupati Banyuasin H Askolani SH MH menyampaikannya, saat berkunjung ke Yordania, beberapa waktu lalu.

Kenapa demikian Banyuasin Religius merupakan satu-satunya program yang ditemukan di dunia, bahkan belum ada di negera Timur Tengah yang notabenenya Islam.

“Apalagi Banyuasin Religius didukung aturan yang jelas. Seperti Salat Dhuha, Magrib Mengaji ada peraturan daerahnya,” ungkap dia, Rabu (27/2) kemarin, usai Salat Dzuhur bersama Bupati Banyuasin di Masjid Agung Al Amir.

Khalid menilai program Banyuasin Religius sebagai jihad yang terstruktur, diyakini bisa meningkatkan SDM Kabupaten Banyuasin menjadi berkualitas.

“Sejalan dengan Banyuasin bangkit Adil Sejahtera,” beber dia.

Sementara itu, Bupati Banyuasin H Askolani menegaskan, sebelumnya dia telah melakukan kunjungan ke Yordania. Menjajaki kerjasama dengan Ewan institute, langsung dengan DR Khalid yang merupakan pemiliknya.

Kata Bupati, Pemkab Banyuasin ingin mengembangkan rumah tahfiz yang ada di Bumi Sedulang Setudung. Dikarenakan pemahaman selama ini, rumah tahfiz hanya mengajarkan metode cepat menghafal Alquran.

“Sekarang ini, yang disampaikan beliau bukan hanya menghafal, namun lebih dalam lagi. Selain bisa berbahasa arab, bisa juga menterjemahkan makna dari ayat Alquran yang dihafal. Jadi langsung ada aktualisasi,” beber orang nomor satu di Bumi Sedulang Setudung ini.

Bupati Banyuasin membenarkan, pemilik Ewan Institute terkejut dengan Pemda Banyuasin yang membuat program Banyuasin Relegius.

“Ini akan dijadikan model di negara-negara lain, pemerintah daerahnya langsung turun membuat program religi. Ini akan dijadikan model internasional, menurut beliau,” sambung Bupati.

Bentuk kerjasama dengan Ewan Institute, kata Bupati ada dua jenis. Diantaranya Pemda Banyuasin mengirim ustad dan ustazah ke Yordania, mempelajari kurikulum belajar mengajar yang baik.

“Mungkin 10 atau 20 orang, insyaallah mulai tahun 2019 ini. Selanjutnya, para Syech dari Yordania akan datang ke sini, mengajar santri yang ada di Kabupaten Banyuasin. Kita menggabungkan metode baru ini, antara penghapal, pemaknaan dan aktualisasi sehingga program religi ini tercapai. Insyaallah Banyuasin ini, masyarakatnya beriman dan bertakwa kepada Allah SWT,” tandas dia.

Terkait kerjasama Pemda Banyuasin dengan Ewan Institute, Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin Irian Setiawan SH MSi menyambut baik.

“Bukan hanya memperkuat ukhuwah islamiah, melainkan meningkatkan ilmu pegetahuan. Pemahaman tentang Islam ini harus lebih moderat, jangan terpecah-pecah seperti diadu sama-sama Islam,” tegas (Yan/red)

leave a comment