DPD Repdem Siap Amankan Jika Ada Pengacau Halangi Presiden Ke Sumsel

img

DPD Repdem Siap Amankan Jika Ada Pengacau Halangi Presiden Ke Sumsel

PALEMBANG,ABN- Ketua Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD-Repdem) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Achmad Sazali SPd menyatakan pihaknya bersama pemerintah dan TNI Polri siap mengamankan kedatangan Presiden Ir H Joko Widodo (Jokowi) ke Kota Palembang dari kelompok pengacau yang hendak menciderai demokrasi di Bumi Sriwijaya tersebut.

“Repdem siap mengamankan kedatangan Presiden Jokowi dan meminta semua pihak untuk saling menghormati, karena kami selalu mengedepankan kesantunan dan keberadaban dalam berpolitik, tapi bukan berarti kami tidak bisa keras” ungkap Jack begitu panggilan akrabnya di kalangan aktifis Repdem Sumsel seperti di lansir dari laman bukamata.co Rabu (6/3/2019).

Dijelaskannya bahwa keberpihakan dalam satu kontestasi merupakan hal yang wajar, terkhusus di tahun politik ini. Dan katanya lagi, Pemilu sedang dalam proses, baik Pilpres maupun Pileg, tahapan demi tahapan terus berjalan yang muaranya nanti pada tanggal 17 April 2019.

Namun hendaknya kata Jack lagi soal beda pilihan politik hendaknya jangan diciderai apalagi dilakukan secara tidak beradab ditengah bangsa ini sudah berpikir maju dan mengedepankan Pancasila sebagai ideologi berbangsa dan bernegara.

“Kami yang berada di barisan 01 selalu dan harus mengedepankan kesantunan dan keberadaban” ujarnya.

Dan tegas Jack lagi, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Sumatera Selatan yang merupakan salah satu organisasi sayap resmi PDI Perjuangan siap mengamankan, mengawal, dan memenangkan Jokowi di Bumi Sriwijaya. “Termasuk saat kedatangan Jokowi di tanggal 9 Maret nanti,” ujarnya.

Tersiar di sebuah media pemberitaan siber lokal, Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Bagian Selatan ( Badko HMI Sumbagsel), Bambang Irawan menegaskan akan menolak kehadiran Presiden Ir Joko Widodo di Kota Palembang pada 9 Maret 2019 akan datang.

Bambang mempertanyakan maksud dari pihak kepolisian daerah Sumatera Selatan yang mengundang Joko Widodo untuk hadir dalam agenda South Sumatera Road Septy Millenials Festival. Selasa (05/03)

“Kalau hadirnya Joko Widodo sebagai presiden, kenapa di pamflet sebaran Satuan Lalu Lintas Polda Sumsel tidak tertera gambar Joko Widodo? Artinya Polda Sumsel telah menipu peserta yang akan ikut acara tersebut” kata bambang di sekretariat HMI Cabang Lubuklinggau yang didampingi Ketum dan Sekum HMI Cabang Lubuklinggau yang dilansir dari pelitasumselcom itu.

Menurut Bambang, walaupun juga hadir sebagai status presiden masih sangat belum tepat, mengingat Ir Joko Widodo maju lagi pada Pilpres 17 april 2019 akan datang yang berpasangan dengan Prof DR KH Ma’ruf Amin.

Dan kata Bambang jika kehadiran Jokowi sebagai Capres, dia menuduh pihak Polda Sumsel melanggar Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolitian Negara Republik Indonesia, tepatnya di pasal 28. (Red)

leave a comment