Nyata, Icon Banyuasin Tugu Hutan Larangan Jadi Benar - Benar Angker

img

Nyata, Icon Banyuasin Tugu Hutan Larangan Jadi Benar - Benar Angker

BANYUASIN, ABN- Hampir enam bulan terakhir kondisi perempatan tugu hutan larangan yang berada di kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin lll, Kab. Banyuasin, Prov. Sumsel. dalam kondisi gelap gulita, hal ini memunculkan kesan betapa angker tugu tersebut.

Kondisi tugu hutan larangan yang baru setahun lebih kurang ini, awalnya cukup bagus dihiasi lampu disekeliling tugu dan gemerlap lampu pada bagian tugu, namun keindahan itu sudah tidak terlihat lagi, tunggu yang dikenal angker itu tak ayal jadi tempat membuang hajat.

Tokoh masyarakat Banyuasin akrap disapa Wak Idan (40) mengeluhkan kondisi salah satu ICON kabupaten Banyuasin yang terkesan tidak terawat. ketika berbincang dengan Kru Adaberitanet.com, Rabu (6/3/2019) sore.

"Sudah hampir 6 bulan ini tugu hutan larangan, gelap gulita tanpa ada satupun lampu yang menerangi, tempat tersebut. Sayang bae tempat yang sebelumnya jadi kebanggaan warga Banyuasin ketika malam hari jadi tempat buang hajat,, jadi pernah sekali petugas kebersihan mengeluhkan persis dibagian tugu tersebut beraroma tak sedap dan sangat pesing". Paparnya miris.

Tidak adanya pencahayaan yang sebelumnya di empat penjuru terdapat lampo jalan dan lampu penerangan sekarang dalam keadaan gelap.

Pandangan sama diutarakan Muamar pengamat lingkungan (35) yang sering melitas di jalan yang juga dilintasi penguna jalan baik dari ibu kota dan provinsi lain menyayangkan tidak dirawatnya tugu, mesti bisa menjadikan ciri bahwa tamu luar kota memasuki kawasan kota banyuasin.

"Sayang sekali tidak terawat, memang sih menjaga lebih berat dari pada membangun, harapan kami apa yang sudah dibangun dapat kita jaga bersama supaya dapat dinikmati dalam waktu yang lama, mari kita tanamkan rasa memiliki agar pembagunan tidak menjadi sia-sia karena kita tidak bisa menghargai dan menjaga setiap rupiah yang dibangunkan dari uang pajak yang disetorkan masyarakat, agar uang pajak yang kita keluarkan ketika dibangunkan tidak mubazir". harapnya. (Khadafi/red)

 

leave a comment