Ada Dugaan Malpraktik di RSUD T. Umar Calang Aceh Jaya

img

Ada Dugaan Malpraktik di RSUD T. Umar Calang Aceh Jaya

Aceh Jaya, ABN- Munawar (28) anak kandung dari Mustafa Samsuddin (56) Warga Desa Kuta Tuha Kecamatan Panga, Aceh Jaya sesali dan menduga adanya malpraktik yang di lakukan oleh oknum medis Rumah Sakit Teuku Umar Calang terhadap ayah, Rabu, 13/3/2019.

"Kami pihak keluarga terkejut saat di sampai oleh dokter jika tangan ayah harus di operasi malam ini (12/3/2019) sedangkan ayah dahulunya hanya lemah, dan ada Diabetes Melitus (DM)  juga" tutur Munawar kepada adaberitanet.com, Selasa, 12/3/2019

Sebelumnya, terang Munawar, ayah di rawat di ruang inap. di hari kedua saat  masih di rawan di ruang tesebut sudah mulai demam tinggi hingga tidak sadarkan diri dan kami mulai panik karna tangan sebelah kanan mulai membengkak akibat di infus.

"kami sudah dirawat selama 13 hari,"tuturnya. 

Kemudian, lanjutnya, sesudah 2 malam di rawat di ruang Icu baru ayah sadar dan dokter sudah mengatakan ayah segera di operasi. 

Munawar menambahkan, kami tidak memahami semua ini dan kami juga menduga adanya malpraktik medis (Kelalaian pelayan kesehatan) yang di lakukan oleh oknum pelayan rumah sakit. Apa lagi kami di persalahkan oleh dokter akibat membengkaknya tangan ayah,"tuturnya.

"sampai dokter mengatakan kenapa kalian (keluarga Pasien) lalai dalam menjaga ayah hingga sampai seperti ini,"pungkasnya.

Sementara, dr. Eka, Direktur Rumah Sakit Teuku Umar Calang membantah ada malprakter medis yang di lakukan oleh anak buahnya. 

"adanya malpraktek medis itu tidak benar adanya,"tuturnya, Rabu,13/3/2019.

Menurutnya, pasien tersebut mengalami penyakit Diabetes Melitus yang kadar gula sudah mencapai 500 Mg dan keadaan ini sudah sangat membahayakan bagi kondisi pasien. 

Membengkaknya tangan pasien, lanjutnya, di akibatkan oleh pemasukan cairan atau infus. Jika tidak di lakukan kondisi pasien sudah sangat melemah karna sebelumnya tidak mendapatkan perawan yang baik. 

Kami, katanya, tidak melakukan operasi tetapi melakukan pembersihan luka ditangan pasien yang nantinya akan di perban.

"menangngani penyakit seperti ini perlu ruangan yang steril, tidak mungkin di lakukan di ruang biasa efeknya terhadap pasien lainnya dan kita lakuakn di ruang operasi,"terangnya. 

Eka menambahkan, sejauh ini mungkin ada penyampain dari bawahannya yang tidak tepat sehingga menjadi mis komunikasi.

"saya bisa pastikan tidak ada malpraktek dan tangan pasien bukan di operasi tapi pembersihan luka," tegasnya. (Mihar/red).

leave a comment