RAKYAT GOLPUT GELAR PANGGUNG RAKYAT

img

RAKYAT GOLPUT GELAR PANGGUNG RAKYAT

Bandung, ABN - Puluhan Aktifis dari berbagai organisasi yang tergabung dalam elemen Rakyat Golput menggelar Panggung Rakyat Golput di reruntuhan Tamansari Kota Bandung pada 13 April 2019 malam hari.

"Acara Panggung Rakyat Golput diisi dengan orasi politik, Pameran artefak aksi rakyat, penampilan seni, kemudian deklarasi golput", ungkap Clara selaku narahubung acara.

Berikut isi MAKLUMAT : Memilih untuk Tidak Memilih!
Demokrasi di Indonesia saat ini tidak dapat memenuhi tuntutan awal rakyat pada reformasi 98 yang menginginkan pemerintahan akuntabel, partisipatif, 
mengedepankan hukum dan keadilan, serta menghormati hak asasi manusia. 

Demokrasi selama lebih dari 20 tahun hanya berhasil mengkonsolidasikan elemen-elemen non demokratis, termasuk dari rejim Orde Baru, yang menghasilkan demokrasi semu.

Demokrasi semu ini tidak saja mereduksi demokrasi sebatas prosedur semata, namun juga membuka ruang pada oligarki dan kembali berkuasanya militerisme, pada saat yang sama melemahkan oposisi terutama dari kelompok masyarakat sipil, dan pengabaian pada pemenuhan hak dasar warga.

Oleh karena itu kami, Rakyat Indonesia yang memiliki hak pilih dengan ini menyatakan Memilih untuk Tidak Memilih. Pilihan ini adalah hak yang dijamin oleh konstitusi. Peserta Pemilu (Partai Politik, Calon Presiden dan Wakil Presiden, Calon Anggota Legislatif, Calon Aggota Pimpinan Daerah) beserta dengan progam politiknya hanya memperhatikan “suara” kami, bukan kepentingan kami. 

Peserta Pemilu tidak pernah berinteraksi dengan rakyat secara aktif di luar momentum Pemilu. Apalagi memberikan pendidikan politik.Individu-individu caleg dipilih oleh partai politik, tanpa kami pernah terlibat di dalamnya. Termasuk dalam penentuan capres/cawapres yang ditentukan oleh partai politik hanya didasarkan pada kepentingan partai politik, bukan kepentingan kami. 

Partai politik dikuasai dan dikangkangi oleh oligarki. Mereka ini, para oligark, kongkalikong mengusung calon-calon pemimpin dan wakil rakyat dengan transaksi politik dan uang. Setelah berkuasa, mereka bagi-bagi kekuasaan. Pemilu 2019 bukan Pemilu Rakyat. Rakyat memilih tapi tidak pernah menentukan siapa yang dipilih.

Ketika kami hanya diberi pilihan semacam itu, maka kami Memilih untuk Tidak Memilih. Siapa pun yang terpilih kami akan terus berjuang untuk agenda Rakyat.

Laporan  :  Yono

editor     :   Irawan

Redaksi Adaberitanet.com

leave a comment