SUNGAI KELUARKAN WARNA GELAP DAN BAU BUSUK, DIDUGA AKIBAT PEMBUANGAN LIMBAH PT. BAP

img

SUNGAI KELUARKAN WARNA GELAP DAN BAU BUSUK, DIDUGA AKIBAT PEMBUANGAN LIMBAH PT. BAP

foto : Aliran Limbah ke Sungai 

 

BANYUASIN (Sumsel), ABN - Hadirnya perusahaan disuatu daerah atau dilingkungan masyarakat tentu diharapakan dapat mensejahterakan serta peduli dengan keadaan lingkungan disekitar. dari mulai meberdayakan warga desa setempat, CSR rutin dibagikan juga yang tak kalah penting pengelolaan limbah dengan baik agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan setempat.

 

Terkait hal diatas sepertinya sedang dirasakan masyarakat Desa Karang Anyar persisnya dilingkungan 4 dan 5 Desa Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin. mengeluhkan air sungai beraroma tidak sedap dan gatal - gatal ketika digunakan.

Hampir dua tahun sudah air sungai berbauk tak sedap dan menimbulkan epek gatal ketika digunakan, kata Winarti (45) warga lingkungan 5 Karang Anyar ketika di bincangi adaberitanet.com, Minggu 19 April 2019.

" Dugaan kami ini berasal dari pabrik karet PT. Bintang Agung Persada (BAP) kenapa kami bilang demikian sebelum ada PT. air sungai dilingkungan empat dan lima Desa Karang Anyar ini tidak ada masalah, nah sejak beroperasinya PT. BAP hampir dua tahun ini terasa sekali dari hal kecil mulai udara terada tidak sedap hingga air berubah warna hitam dan berbauk busuk," keluhnya.

Kondisi ini tambahnya, memaksa warga harus membuat kolam didekat rumah untuk memenuhi kebutuhan mandi cuci dan kakus, dirinya berharap perusahaan ada kepedulian terhadap lingkungan jangan tutup mata atas penderitaan warga yang terkena dampak pembuangan limbah yang dihasilkan dari pengolahan karet. harapanya.

Keluhan lainnya juga disampaikan Leman (37) juga warga setempat, dua tahun ini warga menahan diri tidak mengeluh udara tidak sedap, air sungai berubah warna hitam berbauk gatal ketika digunakan, berharap perusahaan akan ada kepedulian tapi ternyata memang kesanya tutup mata.

"Dua tahun kami rasa sudah cukup menahan diri, sudah saatnya warga bersuara, kalau mau di ceritakan banyak hal yang jadi keluhan, pertama katanya kalau perusahaan itu ada yang namanya dana CSR tidak pernah dirasakan bentuk kepedulian perusahaan untuk masyarakat," paparnya.

Hal lain yang menurutnya juga penting terkait kesejateraan warga setempat perusahan tidak memberdayakan masyarakat supaya dapat ikut bekerja didalam perusahaan, malah info yang sampai kewarga PT. BAP lebih banyak menerima warga luar sangat - sangat sedikit sekali warga Desa Setempat.

"Ya semoga saja perusahaan PT. BAP bisa mendengar keluhan kami orang bodoh ini, juga kepada pemerintah memohon ada langkah tegas mencarikan solusi dari persoalan yang menurutkan sangat mendesak jika tidak segera diambil sikap terutama soal limbah akan berdampak jangka panjang terhadap ekositem alam dan anak cucu kami kena imbas tidak lagi menikmati lingkungan dan alam yang sehat," teganya.

Guna menyajikan keberimbangan berita tim adaberitanet.com mencoba mengonfirmasi pihak perusahaan, didapatlah nomor hanpone Wakil Management pak Harisman. Namun sayangnya setelah tiga kali ditelpon dalam keadaan terhubung namun tidak diangkat.

Berusaha agar tetap ada jawaban adaberitanet.com kembali mencoba komunikasi melalui pesan singkat SMS dan Whatsapp belum juga ada balasan hingga berita ini diterbitkan.

 

Laporan.  ;   Deni

Editor.     :   Irawan

Redaksi Adaberitanet.com

leave a comment