Timbulkan Kecemburuan Warga Mampu di Muba Dikabarkan Terima PKH

img

Timbulkan Kecemburuan Warga Mampu di Muba Dikabarkan Terima PKH

foto : Nenek  Tri Lestari 70 tahun

 

MUBA (Sumsel), ABN - Sejumlah masyarakat Desa LinggoSari, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, mengeluhkan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di desa setempat. Pasalnya, bantuan PKH tersebut dinilai tidak tepat sasaran.

 

Hal tersebut diungkapkan warga Desa LinggoSari ( B3) Eko Santoso (55),  Minggu  (19/5/209) mereka menyayangkan data penerima PKH banyak yang tidak sesuai. Sebab, para penerima PKH banyak yang memiliki rumah mewah .

Di Desa kami itu, orang yang punya rumah bagus dapat PKH. Tapi warga yang miskin  justru tidak mendapatkannya. Jelas, ini membuat cemburu sosial bagi warga miskin," kata dia.

Selain itu, kata dia, berdasarkan informasi dan penelusurannya bahwa penerima PKH didominasi para keluarga okum aparatur desa.

Bukan hanya itu, informasi yang kami dapat  orang - orang  dekat  dengan Kepala desa mendapatkan PKH. Jadi, kriteria penerima PKH itu seperti apa. Kok warga miskin malah tidak dapat PKH," ujarnya.

Hal senada diungkapkan  nenek parubaya Tri Lestari  (70) , RT. 1 Dusun 2 ,warga Desa LinggoSari yang tak menerima bantuan PKH Menurutnya, berdasarkan informasi yang didapatkan dari Kepala desa, data penerima PKH pendataan bukan dilakukan oleh desa langsung dari pusat “Padahal yang lebih tahu di desa berapa banyak orang yang kategori miskin itu kan aparat desa, dan kami yang ada di desa juga tahu siapa yang benar pantas dapat PKH," kata dia.

Lanjut Nenek Tri , dirinya sangat kecewa dengan  program PKH yang konon, Sebagai sebuah program bantuan sosial bersyarat, PKH membuka akses keluarga miskin dan dorong untuk mencakup penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya sesuai dengan yang di amanat konstitusi dan Nawacita Presiden RI dan kami berharap kepada pemerintah  yang terkait agar supaya untuk mengklarifikasi ulang bantuan PKH di desa kami," Tutupnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak PKH  dan pemerintah terkait masih belum bisa dihubungi.

 

Tim Adaberitanet.com

leave a comment