NYARIS TAK TERLIHAT, OKNUM GURU PNS TIMBULKAN TANDA TANYA KEMANA

img

NYARIS TAK TERLIHAT, OKNUM GURU PNS TIMBULKAN TANDA TANYA KEMANA

 
 
Foto  :  ketua JPKP Banyuasin Indo Sapri turun langsung lakukan investigasi 

 

BANYUASIN (Sumsel), ABN - Menindak Lanjuti laporan masyarakat ke Ormas Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) wilayah Banyuasin adanya dugaan oknum guru PNS di SDN 21 Betung, Kecamatan Betung, diduga tidak pernah menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik dan ini dinilai sangat merugikan anak didik yang mestinya mendapat ilmu dari seorang guru menyandang status PNS digaji Negara.

 

Hal menjadi sorotan Ketua JPKP Banyuasin Indo Sapri, mengaku prihatin melihat kondisi yang terjadi didunia pendidikan. Seorang guru yang diharapkan memberikan ilmu kepada siswanya tidak dijalankan sangat tidak sejalan dengan program Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera.

"Laporan Masyarakat sebenarnya sudah lama masuk ke JPKP namun karena kesibukan menindak lajuti laporan lainnya, tim baru bisa melakukan investigasi kelapangan, di lapangan benar ditemukan ada oknum guru PNS di SDN 21 Betung inisial NN diduga sangat - sangat jarang masuk, kenapa kami pakai bahasa itu kalau pakai bahasa tidak pernah masuk mungkin semenjak di SK kan tugas di SD tersebut terlalu Kejam, jadi informasi yang kami dapat memang NN ada masuk beberapa bulan sejak ditempatkan selebihnya tidak lagi muncul, miris memang," tegasnya.

Entah apa yang menjadi alasan oknum NN tidak lagi menjalan tugasnya sampai menahun menelantarkan siswa yang mestinya mendapat asupan ilmu dari seorang guru yang memiliki kapsitas pendidik yang sudah di SK kan melenceng dari tugasnya menjadi seorang pendidik di gaji negara.

"Kami melihat masalah ini sangat serius. dunia pendidikan tidak boleh ada oknum - oknum yang menelantarakan siswanya, akan jadi apa anak bangsa kedepan jika mental pendidiknya seperti ini, jadi JPKP juga meminta rekan - rekan media besama - sama, mendorong hal ini biar jelas duduk persoalanya," tegasnya.

Dinas pendidikan sebagai pihak yang memonitor sekolah dan para guru juga sekaligus menindak oknum guru - guru nakal akan mempertanyakan hal itu.

"Segera temuan ini akan kami pertanyakan ke dinas pendidikan, agar segera di berikan sanksi tegas sesuai aturan ASN, Sekaligus kita serakan laporan ke Inspektorat Banyuasin menindak oknum PNS dalam tanda kutip nakal," Tutupnya.

Guna menyajikan keberimbangan berita tim adaberitanet.com mencoba menghubungi Kepsek SDN 21 Betung didapatlah nomor kepala sekolah Rokhmi, ketidak hadiran oknum NN di benarkan sudah cukup lama.

"Benar sudah diberiperingatan,, dipanggil pengawas dan korwil supaya melaksanakan tugas tapi tidak juga," jelasnya Rokhmi via telpon.

Ketika diminta detil data berapa lama oknum NN tidak masuk mengajar, tidak menjelaskan detil namun dirinya berjanji ketika sekolah buka akan memberikan data lengkap ketidak hadiran oknum tersebut. "Ya pas sekolah buka data ibu berikan," tutupnya.

 

Laporan  :   Yansa
Editor.     :   Irawan

Tim Adaberitanet.com

 

leave a comment