Timbang Kelapa Kebo Jadi Penutup Syukuran Pernikahan Bupati Banyuasin

img

Timbang Kelapa Kebo Jadi Penutup Syukuran Pernikahan Bupati Banyuasin

BANYUASIN — Rumah Dinas Bupati Banyuasin tampak ramai. Kedatangan ribuan warga Pangkalan Balai dan sekitarnya untuk memberikan doa dan restu kepada Bupati Banyuasin H. Askolani, SH., MH dan dr. Sri Fitriyanti, Sabtu (06/07).

 

Bupati Banyuasin, H. Askolani, SH., MH resmi mempersunting dr. Sri Fitriyanti di Kediaman mempelai wanita Jalan Macan Kumbang 1, Demang Lebar Daun, Ilir Barat 1 Palembang, Jumat 28 Juni 2018 lalu.

Syukuran pernikahan orang nomor satu di Bumi Sedulang Setudung ini digelar di kediamannya di Rumah Dinas Bupati Banyuasin. Prosesi syukuran dimulai sejak pukul 09.00 WIB.

Bupati Banyuasin berserta Istri dan keluarga besar diarak menuju Halaman Rumah Dinas Bupati diiringi Pencak silat dan saropal anam. Tiba di halaman rumah dinas, Bupati dan Istri menjalani prosesi adat timbang kepala kebo. Keduanya ditimbang bersama kepala kebo secara bergantian.

Diceritakan prosesi adat ini merupakan adat Banyuasin tentang seseorang yang memiliki nazar menyembelih Kebo (kerbau) agar anaknya mendapatkan jodoh, atau nazar lainnya, harus menimbang anaknya dengan kepala kerbau hasil sembelihan setelah anak mendapatkan jodoh.

Gubernur Sumsel dua periode H. Alex Noerdin saat memberikan sambutan mengungkapkan syukur atas pernikahan Bupati Banyuasin.

Ia berharap pernikahan Bupati Banyuasin dan istri dapat menjadi keluwrga sakinah, mawaddah dan warohmah.“Semoga Alloh memberkati kedua mempelai, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan di Banyuasin,” kata Alex Noerdin

Sementara Ustad Maulana dari Jakarta dala tausiyahnya mengingatkan tugas suami yaitu mengayomi istri. Membuat istri nyaman dengan kehadiran sang suami. “Suami itu imam di rumah. Makanya dia yang paling tahu kemana arah rumah tangganya dibawa. Suami bersama istri harus bisa merumuskan visi keluarganya dibawa kemana,” kata Ustad Maulana

Pernikahan itu, lanjut Ustad Maulana, menyatukan dua makhluk Allah yang berbeda. Laki-laki sangat didominasi oleh logika. Sementara wanita, lebih mengemuka perasaannya. “Belum lagi latar belakang keluarga, pendidikan, lingkungan, dan lain sebagainya. Jadi jarang atau mustahil, dalam pernikahan itu langsung cocok, persis. Selalu saja ada kurangny,” jelas Ustad dihadapan ribuan masyarakat.

Acara syukuran pernikahan juga diisi Kesenian Senjang dan Serambi Banyuasin Berbagai rangkaian acara ini merupakan keinginan Bupati dalam upaya melestarikan adat istiadat Banyuasin.

Tampak ribu masyarakat dari berbagai daerah di Banyuasin silih berganti memasuki kompleks Rumah Dinas. Panitia menyiapkan puluhan meja hidangan mulai di depan, di dalam hingga di pendopoan rumah dinas.

Sekda Banyuasin Drs. HM. Yusuf, M.Si yang juga menjadi Ketua Panitia Acara, mengatakan, pihaknya menyediakan sajian untuk ribuan orang. Prosesi syukuran pernikahan Bupati Bnyuasin ini berlangsung hingga sore hari. Ribuan masyarakat masih terus berdatangan hingga menjelang sore hari.

Para pejabat di lingkungan Pemkab Banyuasin tampak mengenakan seragam dan menerima hingga melayani para tamu yang datang. Tampak hadir Gubermur Sumsel 2008-2013 H. Alex Noerdin, Bupati Muba H. Dodi Reza, Wakil Bupati Muratara Devi Suhartoni, Para FKPD, Anggota DPRD Banyuasi, Para Kepala OPD, Camat, Lurah, rokoh masyarakat, tokoh agama, ibu-ibu pengajian.

Dilansir sebelumnya, telah dilakukan Akad nikah tanggal 28 Juni dan Resepsi Pernikahan tanggal 30 Juni di Hotel.

 

Laporan : Apriyansa
Editor : Irawan
Redaksi Adaberitanet.com

leave a comment