Loading Batu Bara PT. Titan Dikeluhkan, Ormas Akan Layangkan Surat Kementerian Lingkungan Hidup

img

Loading Batu Bara PT. Titan Dikeluhkan, Ormas Akan Layangkan Surat Kementerian Lingkungan Hidup

foto:Loading Lokasi

PALEMBANG - Keberadaan aktifitas muat batu bara milik PT Titan Infra Energy berlokasi di kabupaten pali Provinsi Sumsel, dikeluhkan warga sekitar.

 
Kegiatan loading (muat batubara) ke ponton menimbulkan batu bara berterbangan sehingga di khawatirkan berdampak pada kesehatan warga dan lingkungan sekitar, jelas Ketum Front Pembela Bangsa (FPB) Edwar Surya, ketika di bincangi adaberitanet.com, Rabu (10/7/19).
 
"Kami sudah melakukan investigasi kelapangan, didapati sungai didekat lokasi terdapat genangan berwarna hitam juga atap rumah dan kebun karet tidak luput dari debu yang dihasilkan akibat aktifitas loading batu bara tersebut," jelasnya.
 
Selain itu lanjut Edwar, dampak lainnya yang dirasakan masyarakat, ketika malam hari tiba suara mesin saat loading begitu bising mengakibatkan istirahat terganggu.
 
"Dugaan kami saat malam hari aktifitas loading digenjot hal ini menjadi penyebab ketika di malam hari suaranya lebih kencang, untuk mempertegas itu kami akan kembali menugaskan tim untuk investigasi saat malam hari, dapat diketahui berapa ponton siang dan saat malam," paparnya.
 
Ketua Ormas Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Banyuasin Indo Sapri, turut mengaminkan apa yang disampaikan Ketum FPB Edwar Surya, bahwa timnya juga membatu saat investigasi benar memang ada beberapa desa terdampak langsung saat musim panas dengan aktifitas loading batu bara milik PT. Titan. katanya.
 
" ada 2 Desa terdekat untuk wilayah banyuasin terkena dampak debu loading batu bara yaitu tanjung tiga dan tanjung pasir desa lainya masuk kabupaten pali," urai indo.
 
Aktifitas loading batubara ini di khawatirkan merusak ekositem alam salah satunya ikan-ikan bisa mengalami kerusakan jaringan akibat terkontaminasi logam berat kandungan batu bara yang berterbangan ketika loading, hal paling menakutkan lagi jika dalam waktu lama, bukan tidak mungkin bisa berdampak pada kesehatan warga sekitar. tegasnya.
 
"Hasil investigasi bersama FPB, ditemukan juga ponton menurunkan jangkar sembarangan, kebanyakan di tengah - tengah sungai musi tanpa ada kordinasi dengan pemerintah setempat, menimbulkan kesan seenaknya tanpa ada koordinasi terlebih dahulu," imbuhnya.
 
Menindaklanjuti temuan ini FPB dan JPKP akan melayangkan surat ke DLH Provinsi Sumsel dan kementrian Lingkungan Hidup serta beberapa kementerian terkait agar melalukan evaluasi keberadaan lokasi loading PT Titan, sebelum menimbukan dampak serius bagi masyarakat dan lingkungan. Tegasnya.
 
Terpisah Humas PT. Titan Infra Energy Topik Efendi, menanggapi prihal tersebut menuturkan, pihaknya sudah berupaya dan melalukan upaya sebaik mungkin agar tidak terjadi komplain dari masyarakat.
 
"Semaksimal mungkin keluhan masyarakat kami antisipasi seperti debu loading yang jadi keluhan di musim panas kami lakukan penyiraman, selain itu bantuan - bantuan melalui dana CSR terus di salurakan melalui kepala desa dan itu ada laporan pengunaan danannya dari kades ke kami," katanya.
 
Selain itu tambah topik, setiap tahun ketika hari raya masyarakat diberi bantuan sembako dan pengecekan kondisi kesehatan warga sekitar.
 
"Ya inti keberadaan Titan di lingkungan masyarakat memberikan manfaat sebaik mungkit mengantisipasi setiap keluhan warga walaupun kondisi PT. Titan saat ini belum Tbk," jelasnya.
 
Mulai beroperasinya PT. Titan ada ratusan komplain berangsur -angsur semua bisa diselesaikan, walau memang ada sebagian kecil yang belum selesai mengingat kondisi perusahaan, disinggung mengenai ponton,topik menjelaskan itu pihak ketiga dan bukan kapasitasnya menjelaskan hal persoalan mangkalnya di tengah sungai tanpa kordinasi pemerintah setempat. Tutupnya.
 
Laporan : Deni
Editor : Irawan
Redaksi Adaberitanet.com
 

leave a comment