Uncategorized

25 Program Unggulan BMW merubah wajah Tulang Bawang

MENGGALA, (A)– Bupati Tulangbawang, Dr. Hj. Winarti,SE,MH melalui Jargon BMW bergerak melayani warga telah membawa banyak perubahan di Kabupaten Tulang Bawang hal tersebut dapat dilihat dari berbagai prestasi yang telah ditorehkan melalui 25 Program bergerak melayani warga.

Di bidang infrastruktur selain melakukan pemugaran icon Tugu Gerodow di Terminal Menggala, juga membangun Tugu Ikan Jelabat di Lingkungan Bugis, Kelurahan Menggala Kota, Tugu BMW di Simpang Penawar Banjarmargo. Sementara untuk meningkatkan konektivitas antar kampung maupun kecamatan di wilayah lumbung-lumbung pangan, pihaknya kini konsen memperbaiki kondisi jalan dan jembatan yang menjadi akses masyarakat.

“Melalui berbagai program pembangunan yang secara khusus dirancang untuk mempercepat perkembangan dan kemajuan Kabupaten Tulangbawang di segala bidang yang kesemuanya bermuara pada satu tujuan yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan cita-cita dan tujuan awal pembentukan Kabupaten Tulangbawang.
Di bidang kesehatan kembali berhasil membawa Kabupaten Tulangbawang keluar dari tingginya angka stunting dengan meraih predikat terbaik capaian penurunan stunting berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan tahun 2021. Pembenahan itu mencatatkan Tulangbawang meraih posisi terbaik ke lima tingkat nasional dan predikat terbaik se Provinsi Lampung terendah angka stunting tahun 2021. “Kado-kado penghargaan dari sejumlah lembaga negara yang bisa dipertanggung jawabkan itu, menjadi kado bagi seluruh masyarakat Tulangbawang yang telah ikut bergotong royong membangun daerah. Semoga Tulangbawang kedepan semakin maju dan sejahtera dengan sinergi seluruh pihak.

Ditempat terpisah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dicky Soerachman, menjabarkan capaian realisasi 25 Program BMW: Bidang Kesehatan, sarana dan prasarana kesehatan, rehab 4 unit puskesmas (3 puskesmas rawat jalan, 1 puskesmas rawat jalan). Penyediaan peralatan kesehatan, kendaraan puskesmas keliling, akreditasi seluruh puskesmas, tersedianya 7 unit rumah tunggu kelahiran, renovasi ruang rawat inap RSUD Menggala, mobil ambulance sebanyak 109 unit, terdiri dari 23 unit dari APBKam dan 86 unit dari APBD. Menurunkan Tingkat Kematian Ibu dan Balita, pelayanan JAMPERSAL, dibuatnya aplikasi gerakan kasih ibu (Gasibu), sistem deteksi tanggap TB paru (Sidetap), pelayanan di 18 unit Puskesmas dan sistem pelayanan terpadu (Siyandu) yang dilaksanakan MPP guna memudahkan pengawasan, Angka Kematian Ibu (AKI) terus mengalami penurunan dari 6 orang pada tahun 2018 menjadi 3 orang pada 2021.
Pendirian/kerjasama Akademi Bidang Kesehatan, telah dilakukan studi kelayakan (FS) dan menyampaikan hasilnya ke Kementerian Pendidikan, penandatanganan MoU dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Tanjungkarang serta memberikan beasiswa kepada 12 orang mahasiswa sebesar Rp47,833 juta per tahun. Pemberian Intensif Tenaga Kesehatan, bidan koordinator sebanyak 18 orang sebesar @Rp4,8 juta per tahun, bidan desa sebanyak 151 orang sebesar @Rp3,6 juta per tahun, kader posyandu sebanyak 1.611 orang sebesar @Rp900 ribu per tahun total anggaran dari tahun 2018 – 2021 sebesar Rp8,319 miliar,” jelas Dicky Soerachman.

Masih menurut Dicky Soerachman, realisasi Bidang Perekonomian :
Sejak 2018, program Ekonomi Kreatif Mandiri BMW telah memberikan bantuan stimulan kepada 1.437 kelompok. Terdiri dari kelompok pengajian perempuan (muslimat), pemuda karang taruna, kelompok ekonomi perempuan dan pondok pesantren. Per kelompok mendapatkan Rp20 juta. Total anggaran yang sudah dikeluarkan dari tahun 2018 – 2021 sebesar Rp28,74 miliar.
“Pemberian dukungan pendidikan bagi 33 pondok pesantren, 43 TPA, 12 MI dan MTs, dukungan kepada Universitas Megou Pak siap memfasilitasi proses penegeriannya, emberian hibah sebesar Rp500 juta. Pemberian tambahan makanan berupa susu dan telur gratis sampai dengan tahun 2021 bagi siswa SD sebanyak 52.500 siswa/siswi. Pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu, siswa SD sebanyak 630 orang sebesar Rp500 ribu per tahun, siswa SMP sebanyak 270 orang sebesar Rp700 ribu per tahun, siswa sekolah kebangsaan sebanyak 10 orang sebesar Rp534 juta per tahun,” ucap Dicky Soerachman
Dalam Rangka Pembinaan Keagamaan, Peribadatan, dan Keagamaan, Perjalanan Rohani Umroh 190 orang, Perjalanan Rohani Wali Songo 155 orang, Tirtayatra 80 orang, India 40 orang, Yerusalem 16 orang, total anggaran dari tahun 2018 – 2021 sebesar Rp719 juta. Tahun 2020 dan 2021 tidak dapat dilaksanakan karena pandemi Covid-19. Pemberian santunaan kematian, sebesar Rp1 juta per jiwa kepada 7.038 orang ahli waris. Total anggaran dari tahun 2018 – 2021 sebesar Rp7,038 miliar.” papar Dicky Soerachman.

Laporan (Feri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button