Uncategorized

Bawaslu Banyuasin Gelar Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilu Partisipatif

PALEMBANG – Hadirnya masyarakat dalam peran pengawasan menjadi salah satu kesuksesan dalam penyelenggara Pemilihan Umum [Pemilu] sehingga nilai demokrasi terjaga dan mendorong munculnya kepemimpinan politik sesuai dengan aspirasi terbesar rakyat.

 

Terkait hal tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum [Bawaslu] Kabupaten Banyuasin gencar melakukan Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilu Partisipatif guna mendorong partisipasi masyarakat ikut melakukan pengawasan pada pemilu serentak 2024.

 

Pengawasan partisipatif itu mengambil tema “Bersama Masyarakat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakan keadilan pemilu”. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Rid’s Palembang, Jumat [9/12/2022].

 

Adapun kegiatan menghadirkan dua narasumber yakni Ketua PWI Banyuasin dengan materi peran media menyukseskan gelaran pemilu serentak 2024 dan Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas dengan materi mengawal demokrasi melalui pengawasan partisipatif.

Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas, Muhammad Mustakim menyampaikan pentingnya pengawasan yang dilakukan oleh pengawasan eksternal terutama media, Pasalnya media mempunyai peran besar terhadap Bawaslu.

 

“Ini merupakan salah satu upaya melakukan pencegahan awal dengan cara bersosialisasi, bahkan dengan adanya partisipasi publik dapat mencegah potensi pelanggaran akan semakin maksimal,” tuturnya.

 

Dirinya menyebut, media massa selain memberikan informasi itu juga memberikan edukasi dalam pemilu serentak 2024.

 

Kenapa harus masyarakat yang terlibat dalam pengawasan partisipatif?

 

Meningkatkan kualitas demokrasi. Dengan ketidakpercayaan masyarakat, Bawaslu melibatkan masyarakat turut serta mengawasi Pemilu, agar dapat memastikan pemilu bersih, transparan dan berintegritas dari sisi penyelenggara dan penyelenggaraan.

 

“Tantangan pemilu dan pemilihan serentak 2024 bagi penyelenggara sudah pasti ada, seperti beban pelaksanaan dan pengawasan bertambah sedangkan jumlah SDM tidak ditambah,” jelas Mustakim di sela-sela acara.

 

Selanjutnya, langkah strategis Bawaslu dalam menjawab tantangan, dengan masyarakat ditempatkan sebagai aktor utama pengawasan, melakukan sosialisasi masif tentang edukasi kepemiluan.

 

Sementara, Ketua PWI Banyuasin Asnaini Khamsin mengatakan peran dan fungsi media sangat berpengaruh terhadap pemilu.

 

Dirinya menuturkan, Tiga peran media sebagai penyampaian informasi, Edukasi dan penangkal hoaks kepada publik.

 

“Saat pemilu nanti berita hoaks itu jelas pasti ada, makanya peran berita sebagai penangkal berita hoaks sangat berpengaruh,” pungkasnya.

 

Red.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button