Redaksi

JPKP Banyuasin : Fender Jembatan RB Belum Kunjung Diperbaiki Ada Apa?

#Rantaubayur #Banyuasin

BANYUASIN – Kejadian Ponton Tabrak tiang Fender Jembatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan sudah hampir 2 bulan belum kunjung ada kejelasan.

Diketahui kejadian Fender jembatan ditabrak pada Jumat,18/11/2022 beberapa bulan lalu hingga hari ini belum ada titik terang dengan belum ada pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Hal ini menjadi tanda tanya masyarakat, khusus nya masyarakat yang bertempat tinggal dekat jembatan tersebut.

Sehingga mereka berpendapat bahwa tidak ada masalah untuk merusak secara sengaja maupun tidak sengaja jembatan tersebut.

Seperti yang di katakan salah satu warga yang rumahnya berjarak 10m dari jembatan,
“Kalau tidak ada apa-apanya terkait penabrak atau perusak jembatan tersebut maka dalam waktu dekat ini jangan salahkan kami kalau kami memotong besi fender jembatan tersebut.”ungkap nya.

Pria yang tidak mau disebutkan nama nya ini juga menambahkan,”Kami juga berharap kepada APH dan yang terkait lain nya untuk tidak ada dampak hukum ketika warga mulai memotong besi tersebut, ya jangan sampai hukum itu berlaku kepada Kami masyarakat kecil saja,”tegas dia.

Ditempat terpisah Ketua JPKP Banyuasin Indo Sapri Menilai hal ini terjadi kurang gerak cepat (Gercep) nya pihak dinas serta harus tegas.

” Dinas mestinya Gercep, jangan sampai jembatan yang menjadi kebanggaan warga kecamatan Rantau Bayur khususnya Banyuasin pada umumnya perlahan akan habis jika tidak segera ada upaya perbaikan, seperti sekarang ini sudah berbulan – bulan belum juga ada kejelasan, bisa – bisa habis ini jembatan kalau tidak ada tindakan tegas,” timpal Indo.

Jadi wajar warga dan saya sendiri sebagai warga Rantau Bayur menyoal kinerja pejabat yang membidangi soal jembatan terkesan lamban dan tidak tegas.

Kita akan layangkan surat ke PUTR terkait siapa yang mestinya bertanggung jawab atas kerusakan besi Fender Jembatan Rantau Bayur yang jadi kembangan warga Banyuasin tersebut.

Sekaligus mempertanyakan kredibilitas dan profesionalitas pejabat PUTR yang membidangi persoalan ini, jika memang tidak mampu lebih baik mundur atau bila perlu angkat kaki dari Banyuasin. Kalau pun nanti tidak segera mendapatkan penjelasan resmi bila perlu kita turun aksi ke kantor PUTR. Tutup.

Sementara itu Edi Sarwono ST pejabat yang membidangi persoalan ini ketika akan di konfirmasi sedan tidak sedang di kantor, ketika melalui pesan WhatsApp sepertinya nomor awak media ini telah di blokir.

Red.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button